KBR68H, Jakarta - Pemerinta Provinsi DKI Jakarta meresmikan Jalur Sepeda sepanjang 1,4 Kilometer di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Juru bicara Pemprov DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia mengatakan, peresmian jalur sepeda tersebut dapat dijadikan sebagai ajang kampanye untuk bersepeda. Menurutnya, ide peresmian jalur sepeda itu didasari karena jumlah pengguna sepeda terus bertambah dari tahun ke tahun.
"Komunitas pengguna sepeda semakin lama kan semakin banyak, meski baru terlihat pada saat akhir pekan saja. Dengan peresmian jalur sepeda ini diharap dapat memotivasi masyarakat beralih menggunakan sepeda (dalam aktifitasnya). (Data-data pengguna sepeda di Jakarta?) Masih berkisar 100-200 ribuan orang. Namun kami melihat jumlah tersebut terus bertambah selama tiga tahun terakhir."
Juru Bicara Pemprov DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia menambahkan, rencananya pihaknya juga turut membangun jalur sepeda di sepanjang sisi Banjir Kanal Timur, Jakarta. Hari ini Pemprov DKI Jakarta meresmikan Jalur Sepeda sepanjang 1,4 Kilometer di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Jalur sepeda pertama tersebut dimulai dari Taman Ayodya, melintasi Jalan Melawai Raya hingga depan Plaza Melawai.
Tampilkan postingan dengan label kabar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kabar. Tampilkan semua postingan
Selasa, 24 Mei 2011
Sabtu, 30 April 2011
Es Krim Hampir Dapat Menghilangkan Nyawa Seseorang
BELFAST (Berita SuaraMedia) - Jangan anggap remeh alergi makanan karena bisa berakibat fatal hingga kematian. Gara-gara punya alergi, seorang gadis harus mengalami koma selama empat minggu dan saat tersadar tubuhnya menjadi cacat dan tak bisa bicara.
Musibah bisa terjadi di waktu yang tak terduga. Bahkan di saat liburan. Itulah yang dialami Rachel Devine saat berlibur dengan kekasihnya di Turki, pada pertengahan tahun lalu. Gara-gara tak menyadari dirinya alergi terhadap satu makanan, liburan itu nyaris merenggut nyawanya.
Musibah bisa terjadi di waktu yang tak terduga. Bahkan di saat liburan. Itulah yang dialami Rachel Devine saat berlibur dengan kekasihnya di Turki, pada pertengahan tahun lalu. Gara-gara tak menyadari dirinya alergi terhadap satu makanan, liburan itu nyaris merenggut nyawanya.
Waktu itu, saat menikmati hangatnya matahari Turki, gadis berusia 25 tahun asal Irlandia ini dan kekasihnya, Chris Mee membeli es krim untuk menyejukkan dahaga. Setelah satu suapan, tiba-tiba Rachel merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya. Bibirnya membengkak, dan ia menjadi sulit bernapas, seperti diberitakan dari laman The Sun.
Baru diketahui, es krim tersebut mengandung susu kambing, yang belakangan diketahui Rachel alergi susu tersebut ketika masih kecil. Dalam situasi sulit bernapas, Rachel mencoba mengatasi masalahnya dengan memakai obat inhaler untuk asmanya. Namun, tak berhasil.
Rachel juga sempat menyuntikkan adrenalin EpiPen yang selalu dibawanya jika mengalami kasus-kasus syok serius. Tapi, itu juga tak berhasil. Rachel pun pingsan di tempat kejadian.
Sang kekasih langsung membawanya ke rumah sakit. Di sana, dokter menduga Rachel terkena serangan jantung setelah mendiagnosis otak Rachel mengalami kekurangan oksigen. Rachel pun divonis mengalami koma.
Di Turki, Rachel mendapat perawatan intensif dan ditemukan adanya pembengkakan otak. Setelah delapan hari pengobatan, ia diterbangkan dengan pesawat jet medis ke rumah sakit negara asalnya.
Namun, setibanya di Belfast, Irlandia, dokter yang menanganinya lebih pesimistis dan memberitahukan keluarganya untuk bersiap-siap menerima kejadian terburuk. Pengalaman beberapa pasien yang koma membuat dokter tidak berani memberikan harapan yang tinggi kepada keluarga Rachel.
Ajaibnya, setelah empat minggu koma Rachel akhirnya tersadar. Rachel mengaku ketika tersadar mengira dirinya mengalami kecelakaan pesawat dalam perjalanan ke Turki. Walau otaknya selamat, namun gadis itu tidak dapat berjalan dan sulit berbicara.
Meski dalam kondisi itu, Rachel bertekad ingin sembuh dengan mengikuti program rehabilitasi. Secara perlahan, Rachel mulai bisa mengucapkan beberapa kata dan bisa berdiri. Rachel mengaku ingin kembali hidup normal.
Dokter mengatakan Rachel sangat beruntung karena alergi langka dan ekstrim yang menyerangnya bisa membunuhnya. Gejala seseorang mengalami alergi makanan diawali gatal-gatal kulit dan sulit bernapas.
Jika alerginya tergolong parah, reaksi yang berbahaya adalah saluran udara mulai menyempit sehingga jantung tidak bisa memompa udara dengan baik. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan oksigen cukup. Ketika tubuh kekurangan oksigen, daya fungsi otak menurun. Jika pertolongan terlambat, bisa menyebabkan kematian.
Dokter mengatakan Rachel sangat beruntung karena alergi langka dan ekstrim yang menyerangnya bisa membunuhnya. Ketika seseorang alergi makanan pada awalnya mungkin terasa gatal-gatal kulit dan suara serak.
Kemudian saluran udara mulai menyempit sehingga jantung tidak bisa memompa udara dengan baik akibatnya tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Ketika tubuh kekurangan oksigen, otak menjadi sangat peka. Sehingga jika tidak cepat tertolong orang yang alergi makanan bisa berakibat fatal.
Makanan-makanan yang bisa membuat alergi umumnya berupa susu, telur, kacang-kacangan atau makanan laut. Memang sulit bagi orang yang menderita alergi untuk memilih makanannya karena kadang-kadang tidak sadar memakannya dari makanan yang sudah diolah atau ada dalam kandungan makanan lain.
Baru diketahui, es krim tersebut mengandung susu kambing, yang belakangan diketahui Rachel alergi susu tersebut ketika masih kecil. Dalam situasi sulit bernapas, Rachel mencoba mengatasi masalahnya dengan memakai obat inhaler untuk asmanya. Namun, tak berhasil.
Rachel juga sempat menyuntikkan adrenalin EpiPen yang selalu dibawanya jika mengalami kasus-kasus syok serius. Tapi, itu juga tak berhasil. Rachel pun pingsan di tempat kejadian.
Sang kekasih langsung membawanya ke rumah sakit. Di sana, dokter menduga Rachel terkena serangan jantung setelah mendiagnosis otak Rachel mengalami kekurangan oksigen. Rachel pun divonis mengalami koma.
Di Turki, Rachel mendapat perawatan intensif dan ditemukan adanya pembengkakan otak. Setelah delapan hari pengobatan, ia diterbangkan dengan pesawat jet medis ke rumah sakit negara asalnya.
Namun, setibanya di Belfast, Irlandia, dokter yang menanganinya lebih pesimistis dan memberitahukan keluarganya untuk bersiap-siap menerima kejadian terburuk. Pengalaman beberapa pasien yang koma membuat dokter tidak berani memberikan harapan yang tinggi kepada keluarga Rachel.
Ajaibnya, setelah empat minggu koma Rachel akhirnya tersadar. Rachel mengaku ketika tersadar mengira dirinya mengalami kecelakaan pesawat dalam perjalanan ke Turki. Walau otaknya selamat, namun gadis itu tidak dapat berjalan dan sulit berbicara.
Meski dalam kondisi itu, Rachel bertekad ingin sembuh dengan mengikuti program rehabilitasi. Secara perlahan, Rachel mulai bisa mengucapkan beberapa kata dan bisa berdiri. Rachel mengaku ingin kembali hidup normal.
Dokter mengatakan Rachel sangat beruntung karena alergi langka dan ekstrim yang menyerangnya bisa membunuhnya. Gejala seseorang mengalami alergi makanan diawali gatal-gatal kulit dan sulit bernapas.
Jika alerginya tergolong parah, reaksi yang berbahaya adalah saluran udara mulai menyempit sehingga jantung tidak bisa memompa udara dengan baik. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan oksigen cukup. Ketika tubuh kekurangan oksigen, daya fungsi otak menurun. Jika pertolongan terlambat, bisa menyebabkan kematian.
Dokter mengatakan Rachel sangat beruntung karena alergi langka dan ekstrim yang menyerangnya bisa membunuhnya. Ketika seseorang alergi makanan pada awalnya mungkin terasa gatal-gatal kulit dan suara serak.
Kemudian saluran udara mulai menyempit sehingga jantung tidak bisa memompa udara dengan baik akibatnya tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Ketika tubuh kekurangan oksigen, otak menjadi sangat peka. Sehingga jika tidak cepat tertolong orang yang alergi makanan bisa berakibat fatal.
Makanan-makanan yang bisa membuat alergi umumnya berupa susu, telur, kacang-kacangan atau makanan laut. Memang sulit bagi orang yang menderita alergi untuk memilih makanannya karena kadang-kadang tidak sadar memakannya dari makanan yang sudah diolah atau ada dalam kandungan makanan lain.
Penderita alergi parah disarankan untuk membawa suntikan adrenalin EpiPen untuk mengurangi dampak jika ada kondisi darurat yang menyerangnya. (fn/vs/dt) www.suaramedia.com
Langganan:
Postingan (Atom)