Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Mei 2011

Makanan khas Kudus


Kabupaten Kudus
Lambang Kabupaten Kudus.png
Lambang Kabupaten Kudus
Motto: Nagari Carta Bhakti, SEMARAK (Sehat, Elok, Maju, Aman, Rapi, Asri & Konstitusional)
Makanan Khas Kudus:
  • Sate Kerbau: sate yang terbuat dari daging kerbau. Daging disajikan tidak dalam bentuk biasanya, tetapi daging dipotong dan dicincang halus dan dilekatkan pada batang sate dengan bumbu kecap, kelapa (srundeng) dan kacang, rasanya mirip dengan dendeng.
  • Jenang Kudus: orang biasanya memanggil "dodol" tapi dengan tekstur dan rasa berbeda dengan dodol yang ada.
  • Lentog: makanan khas pagi orang kudus terdiri dari tahu semur, telur, lontong dan sayur lodeh (buah nangka muda). Dahulu, penjualnya berasal dari Desa Tanjungkarang (Tanjung), namun kini telah menyebar ke seluruh pelosok kota Kudus. Yang unik dari lentog adalah ukuran lontongnya yang sebesar betis orang dewasa.
  • Ayam Bakar Colo: ayam bakar kampung khas yg ada hanya di pegunungan Colo disajikan biasanya dengan pecel bunga turi dan daun pakis pegunungan
  • Ayam Goreng Kepruk  : Ayam goreng bumbu khas kudus. dengan sajian unik, dengan rasa yang khas dan gurih. Ayam goreng racikan Dapur Gentong ini dapat di nikmati di restaurant Gentong, Kampung Air Resto Megawon dan Roemans Resto Jl mangga.
  • Ayam goreng Kliwon Kasmini : makanan malam orang Kudus terdiri dari tahu semur dan ayam goreng dengan bumbu khas, merupakan langganan para pejabat dan orang terkenal di kudus. juga merupakan langganan dari polisi lalulintas setelah dapat uang banyak dari hasil operasi lalu lintas.
  • Soto Kudus: soto di Kudus terkenal hanya dua macam, soto ayam dan soto kerbau. Berbeda dengan soto-soto lainnya, soto kudus cenderung berasa manis dan sedikit lebih encer, dan merupakan kesalahan yang mengaku soto kudus (banyak di kota-kota besar) tapi dengan daging sapi itu bukan khas dari Kudus. Karena di kudus ada kepercayaan daerah yang melarang penyembelihan sapi.
  • Tahu Telur: hampir sama dengan tahu telor magelang atau tahu gimbal Semarang. Pada malam hari, para pedagang tahu telor ini bisa ditemui di sepanjang jalan Sunan Kudus. Terutama di depan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kudus. Biasa disebut juga dengan Tahundog.
  • Opor Panggang: Opor ayam yang kemudian dipanggang, disajikan dengan beberapa lauk tambahan. Makanan ini juga hanya tersedia di pagi hari.
  • Lontong tahu: hidangan ini hampir sama dengan tahu telur. Perbedaannya, tidak ditambahkan telur seperti layaknya tahu gimbal dari Semarang. Tahu putih khas kudus, digoreng setengah matang atau matang tergantung pesanan pembeli. Dipotong dadu lalu diberi tambahan nasi atau lontong sesuai selera. Dipupuki dengan kecambah rebus dan seledri rajang yang mebmeri aroma segar. Jika Anda suka 'cungor' atau bibir sapi yang dibacem, Anda bisa minta penjual untuk menambah rajangan cungor. Setelah itu, bumbu kecap yang memiliki aroma bawang putih yang sedap disiramkan.

Makanan dan Minuman Khas Jepara


Kabupaten Jepara


Makanan Khas Jepara:
  • Pindang Srani
  • Rondo Royal (Monyos) = tape goreng yang dibungkus tepung.
  • Klenyem (Lempok) = ketela parut goreng isi gula merah.
  • Kenyol (Gantilut) = ketela parut dibungkus daun pisang dan tengahnya diisi gula merah, cara masak dikukus.
  • Nogosari = tepung dibungkus daun pisang dan tengahnya diisi buah pisang masak, cara masak dikukus.
  • Moto Belong = ketela parut dibungkus daun pisang dan tengahnya diisi buah pisang masak, cara masak dikukus, dan disajikan dengan cara dipotong-potong agak miring menyerupai bola mata dan dimakan dengan kelapa yang diparut dicampur sedikit gula.
  • Poci = tepung dari ketan yang dibungkus daun pisang dan dibentuk kerucut diisi campuran kelapa parut dan gula merah.
  • Kuluban = urap-urap dengan nangka muda, kacang panjang dan daun mudanya, tauge mentah, dan buah petai, disajikan mentahan.
  • Pecel Ikan Laut Panggang = ikan laut bakar dengan bumbu sambal santan kelapa.
  • Horok-horok* = makanan yang sangat langka dan hanya ditemukan di jepara ini dibuat dengan bahan baku sagu. dengan cara pembuatan yang cukup aneh yaitu menggunakan sisir rambut. bentuknya seperti busa sterofom yang kenyal dengan rasa sedikit asin. biasanya dimakan sebagai campuran bakso,gado-gado, ataupun lainnya.
  • Horok-Horok Janganan = Horok-horok* di beri sayur-sayuran seperti: Daun Bayam, Toge, Kacang Panjang, bong (bambu muda), dll, lalu di beri sambal.
  • Horok-Horok Cecek = Horok-horok* yang dimakan dengan lauk cecek (Seperti Sate Kulit)
  • Bontosan = adonan krupuk ikan tenggiri dalam bentuk gelondongan dan sudah dikukus.
  • Sate Udang dan Sate Kerbau
  • Terasi Jepara
  • Kacang Oven
  • Kacang Jepara = Kacang tanah yang masih ada kulitnya alias belum di kupas kulitnya, di sangrai dengan pasir putih sampai warna kulit kacang menjadi kehitaman.
  • Durian Petruk (Durio Zybethinus Kultivar Petruk)
  • Jeruk Jepara (Limnocitrus Littoralis (miq) Swingle)
  • Gereh Iwak Teri = Ikan teri yang dijadikan semacam ikan asin, kebanyakan dari pulau karimunjawa.
  • Latuh/Lato = sejenis rumput laut, enak dimakan dalam keadaan segar, dan konon bisa menyembuhkan radang tenggorok, amandel.
  • Tempong (blenyik) = ikan teri mentah yang dikeringkan, bentuknya seperti bakwan.
  • Sutet = Susu Telor Tegangan Tinggi

Minuman Khas Jepara: 
  • Adon-adon Coro = minuman jahe santan dengan irisan kelapa bakar, yang disajikan hangat.
  • Es Gempol = minuman santan dan gempol (bola dari tepung beras), biasa disajikan manis, asin, hangat ataupun dingin.
  • Es Pleret = minuman santan dan pleret (tepung beras yang dimakan sedikit kenyal) hampir mirip dengan gempol.
  • Dawet Jepara (Es Cendhol / Cendol) = terbuat dari bahan-bahan tepung sagu, gula merah asli, santan kelapa.

Makanan Khas Jogja

Khas Jogja
Sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia, kota Yogyakarta / Jogja memiliki potensi keanekaragaman makanan khas yang dapat ditemukan, baik berupa makanan khas Jawa maupun daerah lain. Katalog MAKANAN KHAS ini menampilkan berbagai bentuk masakan / makanan khas Yogyakarta / Jogja tradisional yang diharapkan dapat memperkaya pilihan para wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta / Jogja.
Ampyang
Makanan Khas Yogyakarta / JogjaDicetak dalam bentuk bundar kecil dengan bahan baku kacang dan gula merah. Makanan ringan Ampyang ini dengan mudah diperoleh di obyek wisata Kaliurang, seperti halnya jadah tempe atau di kios-kios pusat oleh-oleh yang berada di jalan Mataram dan kawasan Pathuk, Yogyakarta.




Bakpia Pathok
Makanan Khas Yogyakarta / JogjaBagi yang mencari jajanan ringan berupa makanan khas Yogyakarta untuk oleh-oleh, dapat dengan mudah mendapatkannya di sepanjang jalan Pathuk. Di sepanjang jalan ini akan ditemui penjual berbagai makanan khas, terutama Bakpia yang terkenal dengan sebutan Bakpia Pathuk.




Dendeng dan Abon Sapi
Makanan Khas Yogyakarta / JogjaDendeng dan Abon sapi, makanan yang termasuk jenis lauk ini bisa didapatkan di beberapa warung snack di Wijilan, jalan Mataram, Kidul pasar Kotagede dan sebagainya. Dendeng sebagai salah satu makanan khas Yogyakarta terkenal nikmat dan gurih, tetapi harganya cukup mahal karena bahan dan proses produksinya yang cukup rumit.




Enting Enting Gepuk
Makanan Khas Yogyakarta / JogjaEnting Enting Gepuk adalah makanan khas Yogyakarta. Terbuat dari kacang tanah, gula pasir dan penyedap rasa. Rasanya manis, gurih dan renyah. Selain tahan lama, makanan ini kemasannya juga unik. Hanya dibungkus kertas, tetapi tetap higienis dan awet karena di dalamnya dilapisi plastik tebal. Makanan ini mudah didapatkan di kios-kios makanan kecil yang banyak terdapat di sepanjang jalan Mataram.




Gado Gado dan Lotek
Makanan Khas Yogyakarta / Jogjagado-gado dan lotek adalah makanan khas Jawa tradisional yang terdiri dari sayur bayam, kol, tauge rebus dengan bumbu sambal kacang, dilengkapi dengan ketupat / lontong, krupuk dan ditaburi irisan daun seledri dan bawang goreng.




Geplek
Makanan Khas Yogyakarta / JogjaGeblek adalah salah satu jenis makanan khas Yogyakarta yang dibuat dari bahan baku berupa tepung kanji atau tepung tapioka, hanya saja tepung tapioka yang digunakan adalah tepung tapioka basah. Tapioka basah ini biasanya dikirim ke pembuat geblek dalam adonan yang sudah basah yang bisa dipotong-potong dan disesuaikan ukurannya.




Geplak Bantul
Makanan Khas Yogyakarta / JogjaGeplak adalah makanan khas Yogyakarta (Bantul). Makanan khas Yogyakarta yang satu ini rasanya sangat manis, terbuat dari gula dan kelapa berwarna merah, putih, hijau, kuning dan coklat. Geplak mudah diperoleh di  pusat oleh-oleh seperti di Jl. Mataram, pasar Beringharjo dan pasar Kranggan, Yogyakarta.




Gudeg 
Makanan Khas Yogyakarta / JogjaGudeg adalah makanan khas Jogja / Yogyakarta yang terdiri dari nangka muda, lauk tahu, tempe, telur dan suwiran daging ayam, dimasak dengan bumbu dan santan kelapa, dilengkapi dengan sambal goreng krecek (kulit sapi).






Jadah tempe
Makanan Khas Yogyakarta / JogjaJadah Tempe banyak terdapat di obyek wisata Kaliurang. Terbuat dari ketan yang dikukus dengan diberi santan kelapa, sebagai rangkaiannya adalah tempe bacem. Rasa jadah sangat gurih dan liat (tidak keras). Disantap dengan tempe bacem dan lombok ijo, merupakan paduan yang sangat pas di lidah.




Kipo 
Makanan Khas Yogyakarta / JogjaKipo merupakan makanan khas yang terbuat dari beras ketan, berisi enten-enten atau gula kelapa. Cara penyajiannya selalu ditaruh di atas daun pisang. Rasanya manis gurih dan lezat. Warnanya yang kehijauan bukan dari zat pewarna, tetapi alami dari daun pandan.




Kripik Belut
Makanan Khas Yogyakarta / JogjaKripik belut mudah diperoleh di wilayah Godean yang digoreng kering atau dilapisi tepung. Makanan ringan ini merupakan makanan yang kaya protein dengan rasa gurih, enak dan renyah. Banyak dijual di pasar Godean dari pagi hingga malam hari. Cocok sebagai cemilan dan lauk pauk serta oleh-oleh bagi para wisatawan.




Kripik Paru 
Makanan Khas Yogyakarta / JogjaSebagai makanan ringan, kripik paru banyak digemari oleh masyarakat. Dengan bahan dasar paru-paru sapi yang digoreng kering. Makanan ini dengan mudah diperoleh di pasar tradisional, toko oleh-oleh yang terdapat di Yogyakarta maupun di supermarket.






Kue Kencur
Makanan Khas Yogyakarta / JogjaSerabi kocor atau yang lebih dikenal dengan nama kue Cucur, makanan khas Jogja ini berbeda dengan serabi lain. Kue Cucur ini dalam pembuatannya tidak ada pemanis sama sekali. Bahan-bahan yang digunakan adalah tepung beras, kelapa muda dan garam.




Nasi Pecel 
Makanan Khas Yogyakarta / JogjaNasi pecel, salah satu makanan khas dari Yogyakarta dan Jawa Tengah. Kumpulan sayur yang telah direbus, biasanya terdiri dari tauge, kangkung, bayam, kacang panjang dan lain-lain disiram oleh bumbu pecel khas yang terbuat dari kacang. Adonan Bumbu kacang yang pas menjadi andalan dari makanan khas Jawa yang satu ini. 




Pecel Lele
Makanan Khas Yogyakarta / JogjaMenu masakan pecel lele memang sangat digemari oleh sebagian besar masyarakat. Baik dari kalangan bawah, menengah, hingga kalangan atas pun banyak yang menyukai menu yang satu ini. Pecel lele merupakan menu yang terdiri dari perpaduan antara ikan lele yang digoreng garing lalu disajikan dengan sambal dan lalapan.




sate Klatak 
Makanan Khas Yogyakarta / JogjaSate Klathak ini adalah sate khas nJejeran Bantul berupa sate kambing bumbu garam, sehingga rasanya agak asin, akan lebih pas jika cara mengkonsumsinya dengan nasi putih yang diberi kuah. Sate Klathak ini sangat terkenal karena hanya ada di Bantul tepatnya di Jl. Imogiri Timur KM 8 nJejeran, Wonokromo, Pleret, Bantul kurang lebih 4 Km arah selatan terminal giwangan.




Sego Abang dan sayur Lombok ijo
Makanan Khas Yogyakarta / JogjaSego abang dan sayur lombok tergolong sebagai makanan khas Jawa Yogyakarta yang memiliki gizi yang tinggi. Nilai gizi tersebut diperoleh dari kualitas beras, cara memasak dan penyajiannya. Beras merah tercatat memiliki kadar protein yang lebih tinggi dibanding dengan beras putih yang dominan karbohidratnya.




Wedang Uwuh
Makanan Khas Yogyakarta / JogjaDijuluki uwuh karena ampas atau bahan-bahan minuman ini ketika sudah bercampur tampak seperti sampah tak berguna. Berbagai jenis herba yang menjadi isi kandungan wedang uwuh di antaranya adalah rimpang jahe, serutan Wit kayu secang, serutan kayu manis, cengkih, daun pala.




Yangko
Makanan Khas Yogyakarta / JogjaMakanan khas daerah Kotagede yang terbuat dari bahan beras ketan, merupakan makanan ringan yang rasanya manis dan sangat tepat dijadikan oleh-oleh atau buah tangan. Makanan ini mudah ditemukan di daerah pasar Kotagede bagian selatan kota Yogyakarta.







Kamis, 28 April 2011

Buah Merah Papua!


Pandanus conoideus
Red Fruit.jpg
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:Plantae
Divisi:Magnoliophyta
Kelas:Liliopsida
Ordo:Pandanales
Famili:Pandanaceae
Genus:Pandanus
Spesies:P. Conoideus
Nama binomial
Pandanus conoideus
Lam.

Buah Merah adalah sejenis buah tradisional dari Papua. Oleh masyarakat Wamena, Papua, buah ini disebut kuansu. Nama ilmiahnya Pandanus Conoideus Lam karena tanaman Buah Merah termasuk tanaman keluarga pandan-pandanan dengan pohon menyerupai pandan, namun tinggi tanaman dapat mencapai 16 meter dengan tinggi batang bebas cabang sendiri setinggi 5-8 m yang diperkokoh akar-akar tunjang pada batang sebelah bawah.
Kultivar buah berbentuk lonjong dengan kuncup tertutup daun buah. Buah Merah sendiri panjang buahnya mencapai 55 cm, diameter 10-15 cm, dan bobot 2-3 kg. Warnanya saat matang berwarna merah marun terang, walau sebenarnya ada jenis tanaman ini yang berbuah berwarna coklat dan coklat kekuningan.
Bagi masyarakat di Wamena, Buah Merah disajikan untuk makanan pada pesta adat bakar batu. Namun, banyak pula yang memanfaatkannya sebagai obat. Secara tradisional, Buah Merah dari zaman dahulu secara turun temurun sudah dikonsumsi karena berkhasiat banyak dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti mencegah penyakit mata, cacingan, kulit, dan meningkatkan stamina.
Khasiat 
Adapun penelitian tentang khasiat pengobatan Buah Merah pertama kali dilakukan oleh peneliti dosen Universitas Cendrawasih di Jayapura yaitu Drs. I Made Budi M.S. sebagai ahli gizi dan dosen Universitas Cendrawasih sempat mengamati secara seksama kebiasaan masyarakat tradisional di Wamena, Timika dan desa-desa kawasan pegunungan Jayawijaya yang mengkonsumsi Buah Merah. Pengamatan atas masyarakat lokal berbadan lebih kekar dan berstamina tinggi, padahal hidup sehari-hari secara asli tradisional yang serba terbatas dan terbuka dalam berbusana dalam kondisi alam yang keras serta kadang-kadang bercuaca cukup dingin di ketinggian pegunungan. Keistimewaan fisik penduduk lain yakni jarang yang terkena penyakit degeneratif seperti: hipertensi, diabetes, penyakit jantung dan kanker.
Dengan meneliti kandungan komposisi gizinya, ternyata dalam ujud sari Buah Merah itu banyak mengandung antioksidan (kandungan rata-rata):
Di samping beberapa zat lain yang meningkatkan daya tahan tubuh, antara lain: asam oleat, asam linoleat, asam linolenat, dekanoat, Omega 3 dan Omega 9 yang semuanya merupakan senyawa aktif penangkal terbentuknya radikal bebas dalam tubuh.
Betakaroten berfungsi memperlambat berlangsungnya penumpukan flek pada arteri. Jadi aliran darah ke jantung dan otak berlangsung tanpa sumbatan. Interaksinya dengan protein meningkatkan produksi antibodi. Ini meningkatkan jumlah sel pembunuh alami dan memperbanyak aktivitas sel T Helpers dan limposit. Suatu kutipan studi membuktikan konsumsi betakaroten 30-60 mg/hari selama 2 bulan membuat tubuh dapat memperbanyak sel-sel alami pembasmi penyakit. Bertambahnya sel-sel alami itu menekan kehadiran sel-sel kanker karena ampuh menetralisasikan radikal bebas senyawa karsinogen penyebab kanker.
Dalam beberapa penelitian terbatas yang dilakukan I Made Budi dengan metode pengobatan langsung dengan Sari Buah Merah, peneliti mengungkapkan keberhasilan yang amat tinggi dalam upaya pengobatan yang dilaksanakan terhadap beberapa penyakit.
www.wikipedia.com

Jumat, 15 April 2011

Bagaimana Tips memilih Buah?


1. Durian :

* yang durinya sudah melebar dan daging durinya sudah agak lunak.
* aromanya harum dan kulitnya tdk ada yg bolong
* kalau dipukul2 bunyinya buk ..buk...berat mantep (nggak garing kosong).
* lihat tangkainya (dipotong sedikit), kalau tengahnya kuning berarti bagus.
* jangan pilih yang bulat bagus, tapi yang bentuknya agak aneh, biasanya bagus.




2. Mangga :
* pilih mangga yg bonggolnya (ujung tangkainya) berwarna kuning/kekuningan.
* pilih yang harumnya manis sampai ke ujung buah.
* di pangkalnya harum dan lebar. Kulitnya mulus dan kencang, tidak mengkerut. Keseluruhan buah aromanya harum manis.
* pilih yg warna hijaunya agak tua buram dan bebintik hitam.


3. Jeruk :
* pilih yg warnanya kuning betul bukan kuning terang.
* pilih yg kulitnya tipis dan mengkilat.
* khususnya jeruk mandarin pilih yang berat, trus ada lekukannya dikit (kalau diraba dengan jempol ada deko' annya) cari yg dekoannya empuk.


4. Semangka/Melon utuh :
* semangka biasanya ditepuk-tepuk utk. mendengar 'kopong' enggaknya. Semakin kopong berarti kurang banyak airnya, kurang seger.
* melon, pilih yg wangi.
* perhatikan bagian patahan tangkainya, pilih yg buletan tangkainya kelihatan mekar.
* pilih melon yg guratan uratnya banyak dan tebal.
Menurut Trubus ini tanda buah sudah mateng pas dipanen.
* pilih melon yg kerasa bijinya sudah pada lepas saat buah digoncang


5. Alpukat :
* kocok-kocok alpukat, pilih yg berbunyi, tandanya tua.
* pilih yg kulitnya mulus.


6. Duku :
* kulitnya tipis dan lembut dan agak kehitaman artinya udah masak dan manis. Tapi, kalau warna coklat dan agak berair itu tandanya busuk.


7. Manggis :
* pilih yg kulitnya lembut bila dipencet/raba.
* warnanya ungu tua segar. Raba dulu seluruh permukaan, kalo ada yang keras itu artinya bagian tsb masih mentah atau busuk. Tangkainya utuh dan hijau segar. Manggis kecil malah lebih bagus ketimbang yang ukuran besar yang biasanya matangnya tidak merata.
* kalau ada wadah air, cemplungin manggis ke dalam air. Manggis yg terapung tandanya bagus. [dari Trubus]
* lihat dibagian bawah buah, pilih yang bagian tersebut sudah agak pada renggang.


8. Beda salak Pondoh dan Bali:
* salak Pondoh lebih kecil dan kulitnya kering garing serta mayoritas bentuknya kerucut.
* daging salak Bali lebih tebel dan bijinya agak kecil, sedangkan salak pondoh sebaliknya.
* untuk dapetin yang agak manis, tekan bagian kepalanya itu, cari yg agak kempes (gak keras lagi) dan cari bentuk yg meruncing kepalanya.


9. Pepaya :
* untuk pepaya biasa (bukan pepaya bangkok), pilih yang bentuknya lurus/panjang. Jangan yang atasnya kecil bawahnya besar, atau sebaliknya.


10. Apel :
* apel yang crunchy (nggak gabus), kalau diketuk-ketuk (dislentik/dijentik maksudnya) dengan kuku bunyinya nyaring. Berarti masih banyak airnya. * Kalo suaranya 'bariton' berarti udah kurang crunchy lagi.


11. Sawo :
* pilih sawo yang empuk dan sudah berwarna coklat tua.
Masalah bentuk dan besarnya gimana engga terlalu soal, yg penting perhatikan betul kulitnya harus mulus.
Jangan pilih sawo yg ada luka/goresan/ lubang sekecil apapun (meskipun ukurannya gede). Trus jangan dipilih kalau dikulitnya nempel bekas getah. Bisanya kulit yg cacat gini, daging  dibawahnya akan keras/rusak.


12. Pisang :
* khususnya pisang ambon, pilih yang bentuk pisangnya bulat.
* bagian batangnya jangan yang udah kering banget, berarti itu pisang udah lama 'berpisah' dengan pohonnya.